Prolog . . .
Kapan aku akan membuka segel hatiku dan berusaha untuk menerima? Ya, aku akan membukanya jika nanti ada yang meyukaiku, menyayangiku, mencintaiku dan menginginkanku jauh melebihi aku terhadap kamu. Kamu itu siapa? Kamu itu dia, dia itu rahasia, dan rahasia itu entahlah..
Epilog . . .
Dan jemari kita saling menggenggam, membiarkan kehangatan mengalir hingga kedamaian itu meresapi hati masing masing. Menatap, tersenyum dan kembali menjalani kisah yang telah menjadi bagian yang harus kita lalui. Kau, aku dan impian kita, saling menemukan ya..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar