Kamis, 17 Januari 2013

Laa Tahzan \(^_^)/

Tak perlu sedih hati jika duka menghampiri.
Ada Dia yang tak pernah alpa menemani jika kau sadar kau punya nurani.
Karena Dia sayang, karena Dia cinta, kau selalu diberi hadiah.
Dengan barakah, dengan musibah.
Dengan bahagia, dengan derita.
Tangis, tawa, senang, susah hanya sementara didunia.
Dengan rahmat dan kasihNya, dikampung akhirat lah abadi segalanya.
Jangan menyerah dan jangan putus asa.
Jika kau menyerah hanya karena belum mendapat jalan keluar dari masalah,
engkau kemanakan Allah beserta keMahaKuasaanNya?
"Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik." (Q.S Al-Maa'rij : 5) karena "Sesungguhnya hanya orang orang yang sabarlah yang akan dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (Q.S Az-Zumar : 10)

Benang Merah

Seolah sudah takdir, semuanya dihubungkan oleh benang merah yang tak kasat mata.
Tanpa ku sadari ternyata aku juga telah diikatnya.
Bagaimana denganmu? Apakah telah kau temukan ujung benang merahmu?
"Hal ini membuat aku semakin menyadari bahwa gak ada yang kebetulan didunia ini."

Curhat Saja

Duhai jiwa yang teraniaya, bersabarlah.
Sehebat apapun tipu daya yang mereka usahakan takkan pernah menandingi kuasaNya.
Kelak mereka akan merasakan pedihnya azab yang telah Allah janjikan.
Ketika telah diperingatkan akan adanya hari kebangkitan namun mereka memperolok dan bahkan melecehkan.

Duhai jiwa yang tak senang akan adanya Dien yang diridhoi Allah.
Tunggulah oleh kalian saat tiupan sangkakala pertama itu dikumandangkan.
Saat langit benar benar digoncangkan, terbelah, digulungkan dan dilenyapkan (Q.S At Thur : 9, Al Mursalat : 9, Al Infithar : 1, Al Insyiqaq : 1, Al Ma'rij : 8, Ar Rahmaan : 37, At Takwiir : 11, Al Muzammil : 18, Al Furqon : 25, Al Anbiya' : 104).
Saat bulan dan bintang kehilangan sinarnya dan berguguran (Q.S At Thur : 44, Al Mursalat : 7 - 8, Al Qiyamah : 6 - 8, At Takwiir : 1)
Saat bumi bergoncang sehebat hebatnya dan mengeluarkan apa yang dikandungnya (Q.S Al Muzammil : 14).
Saat gunung gunung dihancurkan sehancur hancurnya menjadi seperti bulu dan debu yang dihamburkan dan berterbangan (Q.S Al Waqi'ah : 5 - 6, Al Ma'rij : 9, An Naba' : 20, At Takwiir : 3, Al Qori'ah : 5, Al Mursalat : 10)
Saat laut bergejolak dan meluap menumpahkan segala isinya (Q.S At Takwiir : 6, Al Infithar : 3). 
Saat angin menerjang dan menyapu segala yang dilewatinya yang pada hari yang dijanjikan itu manusia seperti anai anai yang berterbangan (Q.S Adz Dzari'at : 1. Al Qari'ah : 4)
Kelak kalian akan tahu betapa Allah tidak pernah main main terhadap kalamNya.
Tunggulah oleh kalian saat tiupan sangkakala kedua dan kita semua dibangkitkan untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatan (Q.S Yaa siin : 51).
Tunggulah oleh kalian saat niat dan perbuatan kalian diberi ganjaran tanpa sedikitpun terlewatkan olehNya untuk dilebihkan atau dikurangi walau seberat zarrahpun dipengadilan Maha Adil milikNya.

Duhai jiwa yang merindukan kebenaran, bersabarlah.
Sebenarnya hari kiamat itulah yang dijanjikan kepada mereka dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit. (Q.S Al Qomar : 46).
Dan sesungguhnya hari kiamat pasti terjadi. (Q.S An Nahl : 1, Al Hajj : 7, Adz Dzariyat : 6, Al Mu'min : 59)
Allah tahu, tapi menunggu..

*Terinspirasi dari polemik dan konspirasi yang disusun secara sistematis untuk menghancurkan generasi mukmin yang memegang teguh kalimat "Laa ilaaha ilallah" dimuka bumi ini. Sungguh aku tidak takut mengungkapkan apa yang kupikirkan tentang kelakuan kalian yang tidak manusiawi dan bersikap seperti orang yang melempar batu tapi menuding dengan keras bahwa orang lain yang melakukannya. Lucu sekali. 
Aku marah, tapi aku masih bisa tersenyum dengan lapang dada karena aku menyadari kalian akan menerima balasan dari perbuatan kalian.
Silahkan kalian lanjutkan rencana kalian untuk menghancurkan agama ini. Namun harus kalian ingat, Allah Maha Melihat dan selalu punya rencana yang tidak ada tandingannya dibanding kalian. Lihat saja saudara saudaraku yang kalian tindas. Sedikitpun tidak ada rasa takut dan gentar. Apalagi berniat menyerah. Sekali kali tidak. Kuberitahu saja, itulah kekuatan iman yang mereka pahami dan Allah meneguhkannya untuk mereka. Fisik mereka bisa kalian lukai, tapi tidak dengan jiwa dan keimanan mereka.
Saudara saudaraku sangat paham dunia tempat menanam dan akhiratlah tempat mereka menuai. Yang mereka tanam adalah perjuangan menegakkan kalimat  "Laa ilaaha ilallah" itu secara utuh. Dan yang akan mereka tuai adalah ridhonya Allah kelak saat berjumpa dengan mereka dan berkumpul di Jannah yang dijanjikanNya.
Maka kalian, hai orang orang yang menindas saudara saudaraku dimanapun mereka berada dan memperolok olok apa yang kami yakini, bersiap siaplah.
Hari yang dijanjikan akan segera tiba..

Rabu, 16 Januari 2013

Ketika Engkau Bersembahyang

oleh Emha Ainun Najib
Ketika engkau bersembahyang
Oleh takbirmu pintu langit terkuakkan
Partikel udara dan ruang hampa bergetar
Bersama-sama mengucapkan ALLAHU AKBAR

Bacaan Al-Fatihah dan surah
Membuat kegelapan terbuka matanya
Setiap doa dan pernyataan pasrah
Membentangkan jembatan cahaya

Tegak alif tubuhmu mengakar ke pusat bumi
Ruku' lam badanmu memandangi asal-usul diri
Kemudian mim sujudmu menangis
Di dalam cinta ALLAH hati gerimis

Sujud adalah satu-satunya hakekat hidup
Karena perjalanan hanya untuk tua dan redup
Ilmu dan peradaban takkan sampai
Kepada asal mula setiap jiwa kembali

Maka sembahyang adalah kehidupan ini sendiri
Pergi sejauh-jauhnya agar sampai kembali
Badan di peras jiwa dipompa tak terkira-kira
Kalau diri pecah terbelah, sujud mengutuhkannya

Sembahyang di atas sajadah cahaya melangkah perlahan-lahan ke rumah rahasia
Rumah yang tak ada ruang tak ada waktunya
Yang tak bisa dikisahkan kepada siapapun

Oleh-olehmu dari sembahyang adalah sinar wajah
Pancaran yang tak terumuskan oleh ilmu fisika
Hatimu sabar mulia, kaki seteguh batu karang
Dadamu mencakrawala, seluas 'arsy sembilan puluh sembilan

Selasa, 15 Januari 2013

Nasehat Imam Hasan Al-Bashri

Bahagianya hidup ala Imam Hasan Al-Bashri
  • Ku yakini rizkiku tidak akan tertukar dengan orang lain, karena itu hatiku tenang. 
  • Ku yakini amal-amalku tidak akan ditunaikan oleh orang lain hingga aku mengerjakannya sendiri. 
  • Ku yakini ALLAH senantiasa mengawasiku hingga aku malu Dia melihatku melakukan maksiat. 
  • Ku yakini kematian menantiku disetiap saat, karena itu aku menyiapkan bekal untuk menemui Tuhanku