Menurut
Imam Ghazali segala sesuatu itu terjadi karena kehendak (Iradat) Allah saja.
Tidak mutlak terjadi karena hukum sebab akibat. Adanya hukum sebab akibat
hanyalah bersifat kebiasaan saja, bukan kepastian dan sewaktu waktu bisa
menyimpang dari kebiasaan tersebut. Biiznillah tentunya.
Jadi, jangan sampai terlontar kata kata
yang seolah menggugatNya karena merasa udah melakukan suatu sebab yang “baik”
tapi akibat yang didapat “tidak baik”.
Contoh yang sederhana, misalnya kita udah
berusaha bersikap baik sama semua orang, namun ada saja yang malah menyakiti
dan sengaja pula. Nah disini, kata kata “jika kita baik sama orang, maka orang
lain akan baik juga kepada kita” itu menyimpang alias tidak berlaku lagi. Ini
bukan berarti ada yang salah dengan sikap “baik” kita itu. Bukan berarti juga
Allah tidak adil. Bukankah selalu ada hikmah dan berkah dalam setiap peristiwa?!
Percayalah, Allah lebih mengetahui apa
yang tidak kita ketahui. Masing ingatkan dialog antara Allah dan
para MalaikatNya ketika Nabiullah Adam a.s akan diciptakan seperti yang ada
dalam surat cintaNya di Q.S Al Baqarah ayat 30?
Bagaimana Dia menjawab lontaran
pertanyaan para Malaikat saat mempertanyakan kenapa Allah malah akan
menciptakan manusia sebagai khalifah dimuka bumi ini?
Itu suatu kisah yang sangat luar biasa
menurutku dan kalian juga harus membacanya. Kereen.