Sungguh, ketika aku membaca ulang tulisan ini, tersentak rasanya . . .
Bak disiram tuk disadarkan… Apakah hal-hal tersebut hampir terlupakan atau malah udah terlupakan?
Pertanyaan-pertanyaan yang kadang muncul di alam bawah sadarku atau bahkan kalian semua (barangkali).
Pertanyaan-pertanyaan yang kadang muncul di alam bawah sadarku atau bahkan kalian semua (barangkali).
Apa yang paling dekat dengan diri kita didunia ini?Itulah kematian.
Sebab kematian adalah peristiwa yang pasti adanya dan kapan saja bisa terjadi pada kita. Malaikat maut tak perlu permisi atau meminta izin pada kita untuk menunaikan tugasnya walau bagaimanapun keadaan kita. Gak peduli kita lagi dalam keadaan sibuk, bahagia atau sebaliknya.
Apa yang paling jauh dari kita didunia ini?Masa lalu.
Siapapun kita . . Bagaimanapun kita . . dan betapa kayanya kita, tetap kita tak akan bisa kembali ke masa lalu. Membelinya?? Hmmm . . . Lupakan saja . . Atau lakukan saja dalam imajinasimu, tapi ya begitu, tetap tak bisa menyembunyikan atau menghilangkan fakta... xD
Apa yang paling besar didunia ini?Itulah nafsu, kawan.
Banyak manusia terjebak dan mencelakai dirinya sendiri (bahkan orang lain) karena memperturutkan hawa nafsunya. Bahkan kalau udah terlena dan gak sadar, segala cara dihalalkan demi mewujudkan impian nafsu. Hati-hati ya kawan, terhadap nafsu. Jangan sampai nafsu membawa kita semua ke neraka dunia dan akhirat. (T_T)
Apa yang paling berat didunia ini?
Memegang amanah.
Apa yang paling ringan didunia ini?
Melalaikan ibadah.
Bukankah saat muadzin mengucapkan ALLAHU AKBAR . . . ALLAHU AKBAR, itu berarti ALLAH Maha Besar dari segala urusan yang kita perbuat?
Apa yang paling tajam didunia ini?Itulah lidah manusia.
Dengan lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.
Dengan lidah, silaturrahmi bisa putus, timbul perselisihan baik dalam skala kecil maupun besar dan lain sebagainya.
Dan sekarang mari kita renungkan bersama.
Sudahkah kita menjadi insan yang selalu ingat akan kematian,
senantiasa belajar dari masa lalu,
dan tidak memperturutkan hawa nafsu?
Sudahkah kita mampu mengemban dan menjaga amanah sekecil apapun,
dengan tidak melalaikan ibadah,
serta senantiasa menjaga lidah kita?
*Renungan untukku, untukmu dan kita semua.. Semangaaaat (^_^)v
Tidak ada komentar:
Posting Komentar