Kawan, pernahkah kalian merasa gundah dan sengsara berkepanjangan karena sesuatu hal yang dengan sepakat umumnya orang orang mengatakan "tertimpa musibah"? Dan kalian merasa kalianlah makhluk paling malang sedunia kemudian berpikir bahwa masalah itu takkan pernah dapat kalian selesaikan lalu mulai putus asa. Aku pernah meskipun aku gak berpikiran bahwa akulah makhluk termalang sedunia. Hehehe... :P
Nih, aku punya mantera ajaib..
Sungguh mengagumkan perkara orang mukmin, semua perkaranya itu baik. Hal itu tidak akan terdapat pada orang lain, hanya pada orang mukmin. Jika ia mendapat kesenangan, maka ia bersyukur dan itu menjadi suatu kebaikan baginya. Jika ia ditimpa kesusahan maka ia bersabar, hingga hal itu pun menjadi suatu kebaikan baginya. (H.R. Muslim).
Hai orang orang yang beriman, mintalah pertolongan kepada ALLAH dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya ALLAH beserta dengan orang orang yang sabar. (Q.S Al-Baqarah : 153).
Sesungguhnya hanya orang orang yang sabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. (Q.S Az-Zumar : 10).
Kau tau kawan, kalimat-kalimat diatas seperti mantera ampuh untukku ketika aku mulai futur, gelisah, sedih dan menyalahkan lingkungan bahkan orang orang disekitarku karena sesuatu hal yang tidak "menyenangkan". Meskipun aku sering gagal, aku gak akan pernah menyerah untuk menerapkan hal yang telah diperintahkan olehNya saat "musibah" menghampiriku. Karena aku percaya, "I'm what I think" dengan catatan atas izin ALLAH tentunya. Bukankah telah Dia katakan, "Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik." (Q.S Al-Maa'rij : 5).
*Harus ku ingat dan ku jaga kalimat ini baik baik..
*Harus ku ingat dan ku jaga kalimat ini baik baik..
Seperti saat ini, berbagai rasa berkecamuk dalam hatiku, seperti badai rasanya. Aku ingin marah, tapi aku tau gak ada gunanya. Aku ingin menangis, tapi aku sadar itu perbuatan yang sia sia dan gak akan menyelesaikan masalah. Aku ingin menyalahkan seseorang, tapi lagi lagi aku tau dan sadar gak ada yang salah dengan mereka..
*Ternyata emosiku masih saja labil... T____T
*Ternyata emosiku masih saja labil... T____T
Lalu, kembali aku teringat dengan kalimat-kalimat yang selama ini telah kujadikan sebagai suatu mantera saat aku hampir dan bahkan melupakanNya ketika muncul suatu masalah yang seolah tak mampu aku selesaikan. Aku menyemangati diriku sendiri untuk selalu bersabar dan tetap bersyukur terhadap semua hal yang terjadi pada diriku karena aku percaya akan janjiNya. Dia Maha Mengetahui dan Maha Melihat apa yang ada dihatiku, apa yang aku pikirkan dan apa yang telah ku usahakan. Karena itu hari ini aku bersemangat sekali untuk melakukan perubahan terhadap sikap dan pola pikirku mengenai "masalah".
*Mudah mudahan tetap terjaga.
Bersabar dan bersyukur. Apalagi yang lebih baik dari itu? Dengan bersabar kita akan merasa lapang hati dan pikiran. Dengan bersyukur kita merasa kenikmatan yang penuh berkah. Seperti janjiNya juga, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah nikmat padamu." (Q.S Ibrahim : 7). Wuaaaa.. Sapa sih yang gak mau memperoleh nikmat yang penuh berkah dariNya??? Kurasa gak ada bahkan orang yang sombong sekalipun.
Ini ada tambahan lagi yang mungkin bisa jadi inspirasi..
Sesungguhnya Aku memberi balasan kepada mereka dihari ini karena kesabaran mereka. Sesungguhnya mereka itu lah orang orang yang menang. (Q.S Al-Mukminuun : 111)
Sifat sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang orang yang mempunyai keberuntungan yang besar. (Q.S Fushshilat : 35)
Kereen kan janjiNya. Karena itu, kawan (aku juga). Bersemangatlah untuk melakukan perubahan pada diri ke arah yang lebih baik dan menjadi seorang pemenang seperti yang telah dijanjikan olehNya dengan memelihara rasa sabar dan syukur. Hamasaah.. Chayyooo.. Ganbatte.. \(^_^)/
*Yaa muqollibal quluub, tsabbit qalbi 'alaa diinikaa wa'alaa tho'atikaa. Aamiin..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar