Ada yang tak
biasa pada hari yang juga berbeda
Asing dan
baru, ia mengambil alih cerminku
Namun tak
menyentuh jambangan rasa
Sesaat
waktuku abadi, karena telah kulabuhkan jangkar waktuku disana
Aku tak
percaya ini,
Bagaimana bisa
aku sejauh ini?
Perlahan nyaman
itu kurasa,
meskipun
sesak turut mengambil jatahnya
Aku menemukan
setitik celah untuk titik temu yang kudamba
Antara yakin
dan ragu kuteruskan langkah
Temukan tepian
tuk melabuhkan gundah
Namun, aku
kembali salah
Kembali aku
pada lampau seolah melihat cermin saja
Jasad hampa
yang mencari dan terus berlari tuk lampiaskan sesakku
Dan kembali
aku buta, tersesat dibelantara rasa, dirimba sang pecinta
Kulihat ada
rona jingga, berpendar berusaha menarik rasa
Tapi aku
lari, hendakku sembunyi.
Jenuh ia ada
lagi
Lelah jiwa
raga karenanya, meskipun ia cahaya yang kudamba.
*terinspirasi
dari seseorang yang “sesuatu” telah menjajah hatinya dimasa lampau. Hehehe..
Peace yaa (^_^)v






