Bayangan itu tak punya namaLayaknya gelisahku yang tak pernah kutau wujudnyaSeperti badai yang lengang, dibungkus suram yang temaram.Dititik ini ingin kumuntahkan segala sesak yang mulai berontak menuntut hak.Setelah terpendam pada bilangan yang membuat mereka matang dan merasa layak untuk tampil didepanMenelanjangi segala pakaian rasa aman yang melenakan dan memanjakan para pelaku yang memperkosa segala bentuk pemakluman yang diberikan.Yaa.. kini mereka bangun untuk mengambil jatah itu.Lalu, bagaimana denganku?Apakah hanya diam?Ya.. masih tetap diam.Mengamati pola laku yang sama dengan cara yang berbeda.Dengan tatapan dan sikap yang mengendalikan.Seolah telah direncanakan yang buatku akhirnya bisa mengambil kesimpulan.Meski beberapa kali harus memposisikan diri pada satu kondisi yang membuat segalanya kian menambah sesak hati.Hei.. aku kembali tersadar sesuatu.Ditarik oleh satu pusaran waktu yang mengingatkanku pada lampau.Cermin itu, seolah menyentuh ia saja.Dan itu terasa nyata.Bagaimana bisa?Aku kan telah jauh meninggalkannya.Tapi, malam ini aku seolah membangkitkan kenangan tentangnya dan kembali menjemputnya.Dan dunia itu kembali menyata diruangku yang maya.Untuk kedua kalinya aku bertanya, bagaimana bisa?Bukankah telah kukubur ia didalam pandora?Dunia yang punya nama. Bayangan.Namun bayangan itu tak bernama.Padahal aku ingin ia hidup dan nyata disana dengan memberikannya sebuah nama.
I'm dreaming of the spot in black shadows. And there's a bit of glittering from the sunlight (maybe). But I choice to keep stay here. I think it's the time I'm dying in these beauty darkness. With immortal silence, with eternal smiles.
Minggu, 18 Desember 2011
My Shadow
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
meskipun tak bernama, namun bukankah ia memiliki corak yang warnanya berasal dari cahaya......?
BalasHapus