Minggu, 18 Desember 2011

My Shadow


Bayangan itu tak punya nama
Layaknya gelisahku yang tak pernah kutau wujudnya
Seperti badai yang lengang, dibungkus suram yang temaram.
Dititik ini ingin kumuntahkan segala sesak yang mulai berontak menuntut hak.
Setelah terpendam pada bilangan yang membuat mereka matang dan merasa layak untuk tampil didepan
Menelanjangi segala pakaian rasa aman yang melenakan dan memanjakan para pelaku yang memperkosa segala bentuk pemakluman yang diberikan.
Yaa.. kini mereka bangun untuk mengambil jatah itu.
Lalu, bagaimana denganku?
Apakah hanya diam?
Ya.. masih tetap diam.
Mengamati pola laku yang sama dengan cara yang berbeda.
Dengan tatapan dan sikap yang mengendalikan.
Seolah telah direncanakan yang buatku akhirnya bisa mengambil kesimpulan.
Meski beberapa kali harus memposisikan diri pada satu kondisi yang membuat segalanya kian menambah sesak hati.
Hei.. aku kembali tersadar sesuatu.
Ditarik oleh satu pusaran waktu yang mengingatkanku pada lampau.
Cermin itu, seolah menyentuh ia saja.
Dan itu terasa nyata.
Bagaimana bisa?
Aku kan telah jauh meninggalkannya.
Tapi, malam ini aku seolah membangkitkan kenangan tentangnya dan kembali menjemputnya.
Dan dunia itu kembali menyata diruangku yang maya.
Untuk kedua kalinya aku bertanya, bagaimana bisa?
Bukankah telah kukubur ia didalam pandora?
Dunia yang punya nama. Bayangan.
Namun bayangan itu tak bernama.
Padahal aku ingin ia hidup dan nyata disana dengan memberikannya sebuah nama.

1 komentar:

  1. meskipun tak bernama, namun bukankah ia memiliki corak yang warnanya berasal dari cahaya......?

    BalasHapus