Duhai jiwa yang teraniaya, bersabarlah.
Sehebat apapun tipu daya yang mereka usahakan takkan pernah menandingi
kuasaNya.
Kelak mereka akan merasakan pedihnya azab yang telah Allah janjikan.
Ketika telah diperingatkan akan adanya hari kebangkitan namun mereka
memperolok dan bahkan melecehkan.
Duhai jiwa yang tak senang akan adanya Dien yang diridhoi Allah.
Tunggulah oleh kalian saat tiupan sangkakala pertama itu dikumandangkan.
Saat langit benar benar digoncangkan, terbelah, digulungkan dan dilenyapkan (Q.S At Thur : 9, Al Mursalat : 9, Al Infithar : 1, Al Insyiqaq : 1, Al Ma'rij : 8, Ar Rahmaan : 37, At Takwiir : 11, Al Muzammil : 18, Al Furqon : 25, Al Anbiya' : 104).
Saat bulan dan bintang kehilangan sinarnya dan berguguran (Q.S At Thur : 44, Al Mursalat : 7 - 8, Al Qiyamah : 6 - 8, At Takwiir : 1)
Saat bumi bergoncang sehebat hebatnya dan
mengeluarkan apa yang dikandungnya (Q.S Al Muzammil : 14).
Saat gunung gunung dihancurkan sehancur hancurnya menjadi seperti bulu dan debu yang dihamburkan dan berterbangan (Q.S Al Waqi'ah : 5 - 6, Al Ma'rij : 9, An Naba' : 20, At Takwiir : 3, Al Qori'ah : 5, Al Mursalat : 10)
Saat laut bergejolak dan meluap menumpahkan segala isinya (Q.S At Takwiir : 6, Al Infithar : 3).
Saat angin menerjang dan menyapu segala yang dilewatinya yang pada hari yang dijanjikan itu manusia seperti anai anai yang berterbangan (Q.S Adz Dzari'at : 1. Al Qari'ah : 4)
Kelak kalian akan tahu betapa Allah tidak pernah
main main terhadap kalamNya.
Tunggulah oleh kalian saat tiupan sangkakala kedua dan kita semua dibangkitkan untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatan (Q.S Yaa siin : 51).
Tunggulah oleh kalian saat niat dan perbuatan kalian diberi ganjaran tanpa sedikitpun terlewatkan olehNya untuk dilebihkan atau dikurangi walau seberat zarrahpun dipengadilan Maha Adil milikNya.
Duhai jiwa yang merindukan kebenaran, bersabarlah.
Sebenarnya hari kiamat itulah yang dijanjikan kepada mereka dan kiamat
itu lebih dahsyat dan lebih pahit. (Q.S Al Qomar : 46).
Dan sesungguhnya hari kiamat pasti terjadi. (Q.S An Nahl : 1, Al Hajj : 7, Adz Dzariyat : 6, Al Mu'min : 59)
Allah tahu, tapi menunggu..
*Terinspirasi dari polemik dan konspirasi yang disusun secara sistematis untuk menghancurkan generasi mukmin yang memegang teguh kalimat "Laa ilaaha ilallah" dimuka bumi ini. Sungguh aku tidak takut mengungkapkan apa yang kupikirkan tentang kelakuan kalian yang tidak manusiawi dan bersikap seperti orang yang melempar batu tapi menuding dengan keras bahwa orang lain yang melakukannya. Lucu sekali.
Aku marah, tapi aku masih bisa tersenyum dengan lapang dada karena aku menyadari kalian akan menerima balasan dari perbuatan kalian.
Silahkan kalian lanjutkan rencana kalian untuk menghancurkan agama ini. Namun harus kalian ingat, Allah Maha Melihat dan selalu punya rencana yang tidak ada tandingannya dibanding kalian. Lihat saja saudara saudaraku yang kalian tindas. Sedikitpun tidak ada rasa takut dan gentar. Apalagi berniat menyerah. Sekali kali tidak. Kuberitahu saja, itulah kekuatan iman yang mereka pahami dan Allah meneguhkannya untuk mereka. Fisik mereka bisa kalian lukai, tapi tidak dengan jiwa dan keimanan mereka.
Saudara saudaraku sangat paham dunia tempat menanam dan akhiratlah tempat mereka menuai. Yang mereka tanam adalah perjuangan menegakkan kalimat "Laa ilaaha ilallah" itu secara utuh. Dan yang akan mereka tuai adalah ridhonya Allah kelak saat berjumpa dengan mereka dan berkumpul di Jannah yang dijanjikanNya.
Maka kalian, hai orang orang yang menindas saudara saudaraku dimanapun mereka berada dan memperolok olok apa yang kami yakini, bersiap siaplah.
Hari yang dijanjikan akan segera tiba..